Video of the day

Utama

1 2 3 4

Ketika Allah Berkata Tidak

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah ambillah
kesombonganku dariku." Allah
berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau
yang harus
menyerahkannya.

" Ketika manusia
berdo'a, "Ya Allah
sempurnakanlah
kekurangan anakku yang cacat." Allah berkata, "Tidak.
Jiwanya telah
sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.

" Ketika
manusia berdo'a, "Ya
Allah
beri aku kesabaran." Allah berkata, "Tidak. Kesabaran
didapat dari
ketabahan
dalam menghadapi cobaan tidak diberikan, kau harus
meraihnya sendiri."

Ketika manusia berdo'a, "Ya Allah beri aku
kebahagiaan. " Allah berkata,
"Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung
kepadamu sendiri
untuk
menghargai keberkahan itu.

" Ketika manusia berdo'a,
"Ya Allah jauhkan
aku
dari kesusahan." Allah berkata, "Tidak. Penderitaan
menjauhkanmu dari
jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.

" Ketika manusia
berdo'a, "Ya Allah
beri
aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
Allah berkata,
"Tidak. Aku
beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia
berdo'a, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain,
sebesar cintaMu
padaku.
Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti ...!" Kadang
kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah
memanjatkan doa, meminta dan
berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Coba kita bayangkan diri
kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek,
lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus
dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak
kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada
Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu
kalau es dapat memperparah penyakit kita.
Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es
yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah
tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di
dunia ini Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan
"demam".... dan terus berdoa.
Ler Mais

CARA MENGHINDARI DOSA

1. Anggaplah besar dosamu.
Abdullah bin Mas’ud Ra berkata, “orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah IA duduk di bawah gunung, IA takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat diatas hidungnya.”

2. Janganlah meremehkan dosa.
Rasulullah SAW bersabda, “ Janganlah kamu meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting Dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan membinasakannya.” (HR Ahmad dengan sanad yang hasan)

3. Janganlah muhajarah (menceritakan dosa)
Rasulullah SAW bersabda: “ semua umatku dimaafkan kecuali muhajirun (orang yang berterus terang). Termasuk muhajarah adalah seseorang yang melakukan suatu amal (keburukan) pada malam Hari kemudian pada pagi harinya IA membeberkannya, padahal Allah telah menutupinya, IA berkata, “wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan demikian Dan demikian.” Pada malam harinya Tuhannya telah menutupi kesalahannya tetapi pada pagi harinya IA membuka tabir Allah yang menutupinya.” (HR Bukhari Dan Muslim)

4. Taubat nasuha yang tulus
Rasulullah SAW bersabda, “Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang diantara kamu yang berada di atas kendarannya di padang pasir yang tandus. Kemudian kendaraan itu hilang darinya, padahal di atas kendaraan itu terdapat makanan Dan minumannya. Ia sedih kehilangan hal itu, lalu IA menuju pohon Dan tidur di bawah naungannya dalam keadaan bersedih terhadap kendaraannya itu. Saat IA dalam keadaan seperti itu tiba-tiba kendaraannya muncul di dekatnya, lalu IA mengambil tali kendalinya.
Kemudian IA berkata karena sangat bergembira, “Ya Allah Engkau adalah hambaku Dan aku adalah Tuhanmu. Ia salah ucap karena sangat bergembira. “
(HR Bukhari Dan Muslim)

5. Jika dosa berulang, maka ulangi bertaubat.
Ali bin Abi Thalib Ra. Berkata, “Sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) IA bertubat. Ditanyakan, “Jika IA mengulangi lagi?” Ia menjawab, “Ia beristighfar kepada Allah DA bertubat.” Ditanyakan, “Jika IA kembali berbuat dosa?”
Ia menjawab, “Ia beristighfar kepada Allah Dan bertaubat.” Ditanyakan lagi “Sampai kapan?” Dia menjawab, “ Sampai setan berputus ASA.”

6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan.
Orang yang bertubat harus menjauhi situasi Dan kondisi yang biasa IA temui pada saat melakukan kemaksiatan serta menjauh darinya secara keseluruhan Dan sibuk dengan selainnya.
Rasululah SAW beristighfar kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali ( dalam hadits lain 100 kali)

7. Melakukan kebajikan setelah keburukan
Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, Dan iringilah keburukan dengan kebajikan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Ahmad Dan Tirmidzi menilai hadits ini hasan sahih)

8. Merealisasikan tauhid
Rasulullah SAW bersabda, “Allah ‘azza WA jalla berfirman (dalam hadits qudsi), ‘Barangsiapa yang emlakukan kebajikan maka IA mendapatlan pahala sepuluh kebajikan Dan Aku tambah Dan barangsiapa yang melakukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau diampuni dosanya. Barangsiapa yang mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta Dan barangsiapa yang mendekat kepadaKu sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa, barangsiapa yang datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang menemuiku dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah yang sama.” (HR Muslim Dan Ahmad)

9. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik

*
Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal shalih
*
Mencintai orang-orang shalih menyebabkan seseorang bersama mereka, walaupun IA tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal
*
Penyesalan Dan penderitaan karena melakukan kemaksiatan hanya dapat dipetik dari persahabatan yang baik


10. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya
Rasulullah SAW menceritakan kepada para sahabat bahwasanya seseorang berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.” Allah SWT berkata, “Siapakah yang bersumpah atas namaKu bahwa Aku tidak mengampuni si Fulan? Sesungghnya Aku telah mengampuni dosanya Dan Aku telah menghapus amalnya.” (HR Muslim)
Ler Mais

Jalan Ke maksiatan


EMPAT PINTU MASUK MAKSIAT

Sebagian besar maksiat itu terjadi pada seorang hamba melalui empat pintu. Barang siapa yang bisa menjaga empat pintu tesebut maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya. Adapun empat pintu yang dimaksud adalah :

1. Al-Lahazhat (Pandangan pertama)

Yang satu ini bisa dikatakan sebagai "provokator" syahwat atau utusan syahwat. Oleh karenanya, menjaga pandangan merupakan pokok dalam menjaga kemaluan, maka barang siapa yang melepaskan pandangannya tanpa kendali niscaya dia akan menjerumuskan dirinya sendiri pada jurang kebinasaan. Di dalam Musnad Imam Ahmad diriwayatkan dari Rasulullah : "Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai hari kiamat".
Pandangan adalah asal muasal seluruh musibah yang menimpa manusia. Sebab, pandangan itu akan melahirkan lintasan dalam benak, kemudian lintasan itu akan melahirkan pikiran, dan pikiran itulah yang melairkan syahwat. dan dari syahwat itu akan timbullah keinginan. Kemudian keinginan itu menjadi kuat dan berubah menjadi niat yang bulat. Akhirnya, apa yang tadinya hanya melintas dalam pikiran menjadi kenyataan dan itu pasti akan terjadi selama tidak ada yang menghalanginya. Oleh karenanya, dikatakan oleh sebagian ahli hikmah, bahwa: "Bersabar dalam menahan pandangan mata (bebannya) adalah lebih ringan dibanding harus menanggung beban penderitaan yang ditimbulkannya".
Pandangan yang dilepaskan begitu saja
dapat menimbulkan perasaan gundah, tidak tenang dan hati yang terasa dipanas-panasi. Pandangan yang dilakukan oleh seseorang itu merupakan anak panah yang tidak pernah mengena pada sasaran yang dipandang, sementara anak panah itu benar-benar mengena di hati orang yang memandang. Padahal, satu pandangan yang dilarang itu dapat melukai hati dan dengan pandangan yang baru berarti dia menoreh luka baru di atas luka lama. Namu ternyata derita yang ditimbulkan oleh luka-luka itu tak bisa mencegahnya untuk kembali terus-menerus melakukannya.

2. Al-Khatharat (Pikiran yang melintas di benak)

Adapun "Al-Khatharat" (pikiran yang melintas di benak) maka urusannya lebih sulit. Di sinilah tempat dimulainya aktifitas yang baik ataupun yang buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan (untuk melakukan sesuatu) yang akhirnya berubah menjadi tekad yang bulat. Maka, barang siapa yang mampu mengendalikan pikiran-pikiran yang melintas di benaknya, niscaya dia akan mampu mengendalikan diri dan menundukkan nafsunya. Namun orang yang tidak bisa mengendalikan pikiran-pikirannya, maka hawa nafsunyalah yang berbalik menguasainya. Dan barang siapa yang menganggap remeh pikiran-pikiran yang melintas di benaknya, maka tanpa dia inginkan, akan menyeretnya pada kebinasaan. Pikiran-pikiran itu akan terus melintas di benak dan di dalam hatinya, sehingga akhirnya akan menjadi angan-angan tanpa makna (palsu).
Angan-angan adalah sesuatu yang sangat berbahaya bagi manusia. Dia lahir dari ketidakmampuan sekaligus kemalasan, dan melahirkan sikap lalai yang selanjutnya penderitaan dan penyesalan. Orang yang hanya berangan-angan disebabkan karena dia tidak berhasil mendapatkan realita yang diinginkan sebagai pelampiasannya, maka dia merubah gambaran realita yang dia inginkan itu ke dalam hatinya, dia akan mendekap dan memeluknya erat-erat. Selanjutnya dia akan merasa puas dengan gambaran-gambaran palsu yang dikhayalkan oleh pikirannya.
Padahal pikiran-pikiran serta ide-ide orang yang berakal itu tidak akan keluar dari hal-hal yang paling mulia dan paling bermanfaat, dan orientasinya hanya untuk Allah SWT dan kebahagiaan di alam akhirat nanti.
3. Al-Lafazhat (Kata-kata atau Ucapan)

Adapun tentang Al-Lafazhat (kata-kata atau ucapan), maka menjaga hal yang satu ini adalah dengan cara mencegah keluarnya ucapan yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai dari lidah. Misalnya dengan tidak berbicara kecuali dalam hal yang diharapkan bisa memberikan keuntungan dan tambahan menyangkut masalah keagamaannya. Bila ingin bebicara, hendaklah seseorang melihat dulu apakah ada manfaat dan keuntungannya atau tidak? Bila tidak ada keuntungannya, dia tahan lidahnya untuk berbicara. Dan bila dimungkinkan ada keuntungannya, dia melihat lagi apakah ada kata-kata yang lebih menguntungkan lagi dari kata-kata tersebut? Bila memang ada, dia tidak akan menyia-nyiakannya.
Sahabat Mu'adz bin Jabar pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang amal apa yang dapat memasukkannya ke dalam Jannah dan menjauhkannya dari api Neraka. Lalu Nabi SAW memberitahukan tentang pokok, tiang dan puncak yang paling tinggi dari amal tersebut, setelah itu beliau bersabda : "Bagaimana kalau aku beritahu pada kalian inti dari semua itu?" Dia berkata: "Ya, Wahai Rasulullah". Lalu Nabi SAW memegang lidah beliau sendiri dan berkata: "Jagalah olehmu yang satu ini". Maka Mu'adz berkata: "Adakah kita bisa disiksa disebabkan apa yang kita ucapkan?" Beliau menjawab : "Ibumu kehilangan engkau ya Mu'adz, tidaklah yang dapat menyungkurkan banyak manusia diatas wajah mereka (ke Neraka) kecuali hasil (ucapan) lidah-lidah mereka?" At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih".
Sungguh mengherankan, banyak orang yang merasa mudah dalam menjaga dirinya dari makanan yang haram, perbuatan aniaya, zina, mencuri, minum-minuman keras serta melihat pada apa yang diharamkan dan lain sebagainya, namun merasa kesulitan dalam mengawasi gerak lidahnya, sampai-sampai orang yang dikenal punya pemahaman agama, dikenal dengan kesuhudan dan ibadahnya pun, juga masih berbicara dengan kalimat-kalimat yang mengundang kemurkaan Allah SWT tanpa dia sadari, seperti berdusta, memfitnah, dan lain-lain.
Para ulama salaf sebagian mereka ada yang memperhitungkan dirinya, walau hanya sekedar mengucapkan: "Hari ini panas dan hari ini dingin". seorang sahabat ada yang berkata pada pembantunya: "Tolong ambilkan kain untuk kita bermain-main". Lalu dia berkata. "Astaghfirullah, aku tidak pernah mengucapkan kata-kata kecuali aku pasti mengendalikan dan mengekangnya, kata-kata yang tadi aku katakan keluar dari lidahku
tanpa kendali dan tanpa kekang...."Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah memegang lidahnya dan berkata: "Inilah yang memasukkan aku ke dalam berbagai masalah".
Anggota tubuh manusia yang paling mudah digerakkan adalah lidah, dan dia juga yang paling berbahaya pada manusia itu sendiri.... Seharusnya kita selalu memperhatikan sebuah hadits Nabi dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah : "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir bila dia menyaksikan suatu perkara maka hendaklah dia mengatakan yang baik-baik atau diam saja".

4. Al-Khathawat (Langkah Nyata Untuk sebuah Perbuatan)

Adapun tentang Al-Khathawat (langkah nyata untuk sebuah perbuatan), hal ini bisa dicegah dengan komitmen seorang hamba untuk tidak menggerakkan kakinya kecuali untuk perbuatan yang bisa diharapkan mendatangkan pahala-Nya, bila ternyata langkah kakinya itu tidak akan menambah pahala, maka mengurungkan langkah tersebut tentu lebih baik baginya. Dan sebenarnya bisa saja seseorang memperoleh pahala dari setiap perbuatan mubah yamg dilakukannya dengan cara meniatkannya untuk Allah SWT, dengan demikian maka Insya Allah seluruh langkahnya akan bernilai ibadah.
Ler Mais

Maktabah Abu salma

  • Dan Binasalah Yahudi!!! Nubuwat kehancuran Bangsa Yahudi

  • Kerahkan Potensi Melawan Agresi Yahudi (Syaikh al-Utaibi)

  • Wajib Memusuhi Yahudi (Imam Ibnu Bazz)

  • Seruan Syaikh al-Barrak untuk Membantu Muslimin Iraq

  • Bagaimana Hukum Jihad di Palestina (Syaikh al-Utaibi)

  • Penjelasan Haiah Kibaril Ulama tentang Bahaya Takfir

  • Intisari Ilmiah tentang Ta’awun Syar’iyah (Markaz Imam Albani)


  • Pokok-Pokok Aqidah Salafiyah (Markaz Imam Albani)

  • Moderat Karakteristik Ahlus Sunnah (Syaikh M. Ibrahim al-Hamd)

  • Aqidah Islamiyah dan Keistimewaannya (Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd)

  • Studi Singkat Tentang Ahlus Sunnah wal Jama’ah(Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd)

  • Keistimewaan Aqidah Islamiyah 1 (Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd)

  • Keistimewaan Aqidah Islamiyah 2 (Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd)

  • Keistimewaan Aqidah Islamiyah 3 (Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd)

  • Karakteristik Manhaj Yang bathil (DR. Sholih ash-Sholih)

  • Menjawab Syubuhat Quburiyun (Syaikh Ali Babakar)


  • Karakteristik Manhaj Yang bathil (DR. Sholih ash-Sholih)

  • Mengapa harus Salafi (Al-Ustadz Abdurrahman Thayib, Lc.)

  • Syarat di dalam tabdi’ (Syaikh Rabi’ bin Hadi)

  • Al-Wajiz fil Manhajis Salaf (Syaikh Abdul Qadir al-Arnauth)

  • Ringkasan Aqidah dan Manhaj Imam Syafi’i

  • Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah

  • Hakikat Perpecahan (ustadz Arifin Baderi)

  • Adab Muslim Dalam Khilaf (Syaikh Ibnu Utsaimin)

  • Baiat Antara Sunnah dan Bid’ah (Syaikh Ali Hasan)


  • Jihad Nabi di Palestina (Syaikh Muhammad Musa Nashr)

  • Mengapa Menolak Hadits Ahad??

  • Mengapa Mendahulukan Khilafah??


  • RUDUD DAN BANTAHAN


  • Hakikat Ekstrim di dalam Tabdi’ dan Hajr 6

  • Hakikat Ekstrim di dalam Tabdi’ dan Hajr 5

  • Hakikat Ekstrim di dalam Tabdi’ dan Hajr 4

  • Hakikat Ekstrim di dalam Tabdi’ dan Hajr 3


  • Hakikat Ekstrim di dalam Tabdi’ dan Hajr 2

  • Hakikat Ekstrim di dalam Tabdi’ dan Hajr 1

  • Da’wah Salafiyah bukan Murji’ah 3

  • Da’wah Salafiyah bukan Murji’ah 2

  • Da’wah Salafiyah bukan Murji’ah 1

  • Kenapa Alergi dengan Salafy (Bantahan terhadap Majalah Mabadi PP Al-Irsyad)

  • Koreksi Total Manhaj Ikhwanul Muslimin 1 (Syaikh Utsman Abdus Salam)

  • Koreksi Total Manhaj Ikhwanul Muslimin 2 (Syaikh Utsman Abdus Salam)

  • Koreksi Total Manhaj Ikhwanul Muslimin 3 (Syaikh Utsman Abdus Salam)


  • Koreksi Total Manhaj Ikhwanul Muslimin 4 (Syaikh Utsman Abdus Salam)

  • Benarkah mereka berjihad?? (Khutbah Jum’at Ust. Abdurrahman Thayib, Lc.)

  • Fatwa Ulama Kibar tentang Usamah bin Laden

  • Menjawab Fitnah dan Tuduhan HT terhadap Dakwah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab

  • Hakikat Dakwah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab terhadap Pemerintah Utsmani (DR. Ali Ash-Sholabi)

  • Menepis Tuduhan Membela Kebenaran (Bantahan Terhadap Fauzan al-Anshori)

  • Kesalahan Aqidah Harun Yahya

  • Tanya Jawab Seputar Hizbut Tahrir (Syaikh Salim al-Hilaly)

  • Silsilah Bantahan Terhadap HT 1


  • Silsilah Bantahan Terhadap HT 2

  • Silsilah Bantahan Terhadap HT 3

  • Jabat Tangan dengan ajnabiyah haram wahai Hizbut Tahrir

  • Dialog dengan syabab HT

  • Pembelaan Terhadap Syaikhul Islam Muhammad bin Abdil Wahhab (Abul Harits as-Salafy)

  • Dialog Dengan Ikhwanul Muslimin (Syaikh Ahmad asy-Syihhi)

  • Jama’ah Tabligh Sufi Gaya Baru (Syaikhul Albani)

  • Hakikat Jama’ah Tabligh (Syaikh Rabi’ bin Hadi)

  • Studi Kritis Jama’ah tabligh


  • Bantahan terhadap fikrah takfiri Aman Abdurrohman (Ustadz Arifin Baderi)

  • Pembelaan Terhadap Rasyid Ridha dan Ahmad Surkati dari para Ghulath

  • Membongkar Kesesatan JIL (Jaringan Iblis Laknatullah)


  • FIQH DAN ADAB


  • Tanya Jawab Seputar Puasa (Imam Ibnu Bazz)

  • Tanya Beginilah Muslim di bulan Ramadhan

  • Tarjih Hukum Puasa Sunnah Hari Sabtu

  • Hukum Multi Level Marketing (Ust. Ahmad Sabiq bin Abdil Lathif)Seputar Mandi Janabat


  • Pengantar Ilmu Tafsir

  • Isbal Haram walau tanpa Sombong

  • Sifat Salam Nabi (Syaikh Abdul Malik al-Qosim)

  • Adabul Majlis dan Bid’ahnya

  • Khuthbatul Hajah (Ustadz Abdul Hakim Abdat)

  • Realita dan Ilmu Fikih (Ustadz Arifin Baderi)


  • NASEHAT DAN TAUJIHAT


  • Hakikat Bid’ah dan Kufur : Tanya Jawab bersama Syaikh Al-Albani


  • Suara Hati untuk Penuntut Ilmu (Abu Muslim Majdi - Murid Syaikh Ali Hasan)

  • Dialog Bersama Syaikh Ahmad as-Surkati

  • Nasehat dan kasih Sayang pembawa dakwah salafiyah oleh Syaikh Rabi

  • Wanita yang Masuk Neraka karena seekor kucing (Syaikh Umar al-’Asyqor)

  • 52 Kiat agar suami disayang Isteri (Syaikh Adil Fathi Abdillah)

  • Bahtera Dakwah Salafiyah di Lautan Indonesia (Ust. M. Arifin Baderi)

  • Nasehat Syaikh Ali dan Syaikh Musa kepada Haddadiyun

  • Tahdzir Ulama Kibar Terhadap kelompok yang gemar membid’ahkan dan mengisolir (hajr)

  • Wasiat Emas bagi Salafiyin


  • Nasehat Syaikh Rabi’ untuk Lemah Lembut

  • Peringatan Syaikh al-Abbad dari Saling Menghajr

  • Nasehat Syaikh Ibrohim terhadap salafiyin

  • Sikap Muslim Menghadapi Fitnah (Syaikh Sholih Alu Syaikh)

  • Batasan di dalam hajr dan manfaatnya

  • Kaidah Di Dalam Menghajr oleh Masyaikh Yordania

  • Permata Nasehat untuk Saudaraku Salafiyin

  • Nasehat Syaikh Wasiyullah Abbas

  • Bahayanya Manhaj Haddadiyah Oleh Syaikh Salim al-Hilali




  • MUKJIZAT AL-QUR’AN DAN SAINS MODERN


  • Mukjizat Embriologi

  • Mukjizat Madu

  • Mukjizat Reseptor Kulit

  • Mukjizat Siwak

  • Mukjizat Penciptaan


  • RIFQON AHLAS SUNNAH EDISI SPESIAL



  • Pandangan Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh terhadap Rifqon

  • Pandangan Syaikh Sholih Fauzan al-Fauzan terhadap Rifqon

  • Pandangan Syaikh Abdus Salam Barjas Alu Abdil Karim terhadap Rifqon

  • Pendahuluan

  • NiKmat bertutur dan berbicara

  • Menjaga lidah dari berbicara kecuali dalam hal yang baik

  • Sikap berprasangka jelek dam mencari-cari kesalahan orang lain

  • Sikap ramah dan berlemah lembut

  • Sikap Ahlus Sunnah terhadap seorang ulama yang tersalah bahwa sesungguhnya Ia diberi uzur tanpa dibidahkan


  • Fitnah caci
    maki dan menghajar (mengucilkan) dari sebahagian Ahlus Sunnah pada masa
    ini, dan bagaimana jalan selamat dari hal tersebut

  • Penutup

  • Syarah Rifqon oleh al-Allamah Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr

  • Jawaban Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad kepada pengkritik risalah Rifqon
  • Ler Mais

    Hadits Arbain Nawawi

    Ler Mais

    MUROTTAL AHAMD SAUD

    MUROTAL MP3 AHMAD SAUD

    Baru Kali ini aku nemuin suara murotal Sekeren Ini. Buat kalian- kalian yang baca blog ini wajib banget download ahmad saud!! dijamin 100% g bakalan kecewa. Sebenarnya ada satu lagi yang keren kayak gini namanya hasan bin abdullah. Coba aja googling atau cari di youtube.... Keren abiz deh pokokna.
    1. Ahmad Saud Surat Yasin
    2. Ahmad Saud Surat Ath Thuur
    3. Ahmad Saud Surat Al Ahzab
    4. Ahmad Saud Surat Adh Dhuhaa [Download MP3]
    5. Ahmad Saud Surat Al Furqan [Download MP3]
    6. Ahmad Saud Surat Asy Syams [Download MP3]
    7. Ahmad Saud Surat Yaasin 1-12 [Download MP3]
    8. Ahmad Saud Surat Ar Rahman 1-15 [Download MP3]
    9. Ahmad Saud Surat Al Ahzab [Download MP3]
    10. Ahmad Saud Surat An Naba’ dan An Nazi’at [Download MP3]
    11. Ahmad Saud Surat Al Muzzamil [Download MP3]
    12. Ahmad Saud Surat At Tiin dan Al ‘Alaq [Download MP3]
    13. Ahmad Saud Surat Qaaf [Download MP3]
    14. Ahmad Saud Surat Ath Thuur [Download MP3

    Ahmad Saud

    Reciter : Ahmad Saud

    Surah No. Surah Name Listen

    Download MP3

    ZIP File
    85 Al-Buruj Download Download
    86 At-Tariq Download Download
    87 Al-A’la Download Download
    88 Al-Ghashiyah Download Download
    89 Al-Fajr Download Download
    90 Al-Balad Download Download
    91 Ash-Shams Download Download
    92 Al-Lail Download Download
    93 Ad-Duha Download Download
    94 Ash-Sharh Download Download
    95 At-Tin Download Download
    96 Al-’Alaq Download Download
    97 Al-Qadr Download Download
    98 Al-Baiyinah Download Download
    99 Az-Zalzalah Download Download
    100 Al-’Adiyat Download Download
    101 Al-Qari’ah Download Download
    102 At-Takathur Download Download
    103 Al-’Asr Download Download
    104 Al-Humazah Download Download
    105 Al-Fil Download Download
    106 Quraish Download Download
    107 Al-Ma’un Download Download
    108 Al-Kauthar Download Download
    109 Al-Kafirun Download Download
    110 An-Nasr Download Download
    111 Al-Masad Download Download
    112 Al-Ikhlas Download Download
    113 Al-Falaq Download Download
    114 An-Nas Download Download

    This download Links come from mp3quran.net

    May Allaah subhanahu wa ta’aala bless them and give them special reward for this. Amiin

    ————————————————————————–

    Link berikut sebagai alternatif lain from http://www.ryadh-quran.net/

    Surat Al-Furqon
    Surat An-Nabaa dan An-Naazi’aat
    Surat Asy-Syams
    Surat Adh-Dhuhaa
    Surat At-Tiin dan Al-’Alaaq
    Surat Al-Ahzab
    Surat Al-Muzammil
    Surat Ath-Thuur (part only)

    ————————————————————————-

    Yang Di bawah ini adalah link download VIDEO murottal dan belajar Anak-anak

    Qori ataupun yang lainnya di video ini adalah campuran…..

    Semua dari You Tube, untuk cara MENDOWNLOADNYA karena berupa streaming video dan tidak bisa langsung di download, anda bisa melihat Artikel cara downloadnya DI SINI !(Klik saja)

    Yaa Siin 1-12 Ahmad Saud/Abdullaah Hasan Al Awwadh ?
    Al-Anbiya (part)
    Al-Qiyaamah
    Al-Hadiid(part)
    Al-Qalam (part), beautiful
    Al-Hadiid 19-24
    Al-Qaari’ah
    Ahmad Saud-Al-Ahzab
    Qaaf-Sepertinya Muhammad Thoha
    Al-Buruuj
    Test hafalan

    Anak lagi Belajar (motivasi untuk anak Anda)
    Al-Waaqi’ah 1-16
    Al-Ikhlas
    Yang Lain
    Bareng-bareng
    Belajar Shalat Jamaah (lucu)
    Ceramah Dai kecil


    Ler Mais
     
    Gratis Downlaod untuk Semua | Rearrange by ANAMUXLIM ©2010